A: What kind of school are you teaching now, Miss? Is it a national plus school or international school?
Me: I prefer to say it’s a national school although some people say it’s an international school because we are implementing an international curriculum.
A: So is it a national school or national plus school?
Me: National school, Miss, just national school without any ‘plus’ in it. Let’s say Non-government school, hope that will help.
Penggalan dialog tadi terjadi ketika seorang kepala sekolah bertanya di sekolah mana saya mengajar sekarang ini. Secara personal saya sangat menyesalkan pertanyaan beliau. Saya berharap seseorang yang telah berkecimpung cukup lama di bidang pendidikan dapat melontarkan pertanyaan lain di luar pertanyaan mengenai ‘status’ sekolah.
Berbeda dengan sekolah negeri yang hampir setiap orang sudah mengetahuinya, keberadaan sekolah nasional (plus) dan sekolah internasional seringkali menjadi perdebatan. Sejujurnya, jika ada yang bertanya kepada saya mengenai perbedaan antara sekolah nasional (plus) atau sekolah internasional, saya sendiri masih harus berhati-hati dalam menjelaskannya, dan seringkali pada akhirnya saya harus menambahkan “itu menurut saya lho, mungkin bapak/ibu pernah atau akan mendengar versi yang berbeda di masa yang akan datang”.
Untuk mengetahui perbedaan sekolah nasional (plus) atau sekolah internasional di negeri ini, anda bisa menggunakan mesin pencari google dan silakan menikmati kesimpangsiuran penjelasan mengenai perbedaan sekolah-sekolah tersebut.
Orang tua yang sedang mencari-cari sekolah yang tepat untuk anaknya, alangkah baiknya jika pencarian sekolah itu tidak didasari dari ‘status’ sekolah. Beberapa perspektif saya sebagai pengajar mungkin dapat membantu memahami fungsi sekolah sebagai salah satu tempat anak-anak melewatkan kehidupan masa kecilnya.
1. Semua sekolah pada dasarnya memiliki kesempatan yang sama dalam menyediakan tempat belajar dan beraktivitas untuk anak-anak didiknya. Orang tua seringkali bangga apabila dapat menyekolahkan anak di sebuah sekolah nasional (plus) atau sekolah internasional. Jika kebanggaan itu ada hubungannya dengan besarnya kompensasi yang dikeluarkan untuk ‘membeli’ pendidikan bertaraf tertentu, tolong baca lagi poin pertama yang saya cetak miring.
2. Fasilitas sekolah memang penting dalam menunjang pembelajaran anak. Sekolah-sekolah tertentu membangun fasilitas belajar bertaraf tertentu untuk membuktikan kesungguhan visi dan misi mereka dalam pendidikan. Selain fasilitas yang biasanya dibanggakan sekolah, ada baiknya perhatikan profil guru yang akan mengajar anak anda. Beberapa sekolah mengijinkan orang tua calon murid untuk berdialog dengan guru kelas. Gunakan waktu itu untuk menggali informasi mengenai cara guru mengajar dan jika mungkin visi dan misi guru terhadap pendidikan. Hubungan baik dan saling menghargai yang terjalin antar guru dan orang tua akan memudahkan proses pendidikan anak.
3. Sekolah yang ideal adalah sekolah yang mampu menciptakan iklim pembelajar bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya. Anak-anak disekolahkan bukan berarti mereka sedang disiapkan untuk menghadapi hidup yang akan datang. Mereka justru sedang mengisi kehidupannya dengan mempelajari bagaimana orang-orang di sekitarnya berinteraksi, dalam hal ini guru, orang tua dan teman-temannya. Komitmen terberat bagi orang tua bukan pada saat membayar biaya pendidikan. Begitupun dengan guru, komitmen terberat mereka bukan pada saat masuk kelas dan mengajar. Komitmen terberat bagi orang tua dan guru dalam pendidikan anak-anaknya adalah ketika mereka harus mendukung anak untuk selalu menjadi subjek-bukan objek-pendidikan.
4. Yakinkan perspektif dan ekspektasi orang tua terhadap anak-anak sama dengan perspektif dan ekspektasi sekolah terhadap anak-anak didiknya. Mengetahui seluk beluk kurikulum memang bukan tugas orang tua. Tapi mengetahui garis besar kurikulum yang dipakai di sekolah anak anda dapat membantu memahami perspektif dan ekspektasi sekolah, juga membantu untuk mengerti betapa banyaknya hal-hal yang berubah dalam pendidikan dibandingkan saat kita bersekolah dulu.
Bisa jadi memilih sekolah merupakan pekerjaan terberat orang tua saat akan menyekolahkan anak-anaknya. Keempat poin yang saya tulis di ataspun tidak bisa menjadi jaminan kesuksesan dalam memilih sekolah yang tepat.
Satu hal, sekolah bukanlah satu-satunya tempat di mana seorang anak belajar. Anak-anak belajar sangat cepat dari teman-temannya. Anak-anak juga belajar sangat cepat dari orang-orang yang dianggapnya menarik atau orang-orang yang disukainya. Yap, ini penting sekali untuk orang tua dan guru. Bagaimana mungkin anak-anak mau belajar dari orang tua atau gurunya jika orang tua/guru tidak pernah mau mendengarkan dan berinteraksi secara hangat dengan mereka?
Kebutuhan akan pendidikan yang lebih baik merupakan harapan bagi semua orang. Pendidikan yang terbaik tidak melulu datang dari institusi bergengsi. Pendidikan yang terbaik hanya akan terwujud dari komunitas yang menginginkannya dan terus mengkondisikannya untuk bisa terwujud.
Education is not a preparation for life. Education is life itself (John Dewey)